Sandiaga Uno Temui Ridwan Kamil Bahas Megaproyek Hary Tanoe di KEK Lido

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengecek proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu 13 Februari 2021. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengecek proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu 13 Februari 2021. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menggelar pertemuan resmi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Bandung, Senin, 22 Februari 2021.

    Sandiaga mengatakan kedatangan pihaknya dalam rangka membicarakan kerja sama juga menindaklanjuti sejumlah kesepakatan yang pernah dibicarakan keduanya dalam pertemuan pertama di Jakarta, 19 Januari lalu.

    “Pertama, bahwa KEK pariwisata Lido telah diresmikan dan pembangunan movieland salah satu infrastruktur pertama telah dimulai. Rencananya kami akan melakukan kunjungan di bulan Maret untuk memastikan progres kemajuan dari KEK pariwisata pertama di Jabar,” kata Sandiaga. 

    Pada 13 Februari lalu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe resmi memulai pembangunan proyek Movieland, The Most Integrated and One Stop Studios di MNC Lido City, Jawa Barat.

    ADVERTISEMENT

    Kedua, Sandiaga akan membantu Ridwan Kamil menambah jumlah lahan untuk dikelola petani milenial yaitu lahan di BUMN terutama yang bisa dikelola untuk menciptakan lebih dari 500 ribu lapangan kerja baru untuk anak muda.

    “Jadi itu langkah kolaborasi kita dan mudah-mudahan bisa membuka lapangan kerja dan memberikan kebangkitan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.