Kepala Bappenas Suharso Monoarfa: Maret 2022 RI Capai Herd Immunity

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa secara virtual dalam pertemuan tahunan yang digelar untuk kali kedua, Senin, 14 Desember 2020.

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa secara virtual dalam pertemuan tahunan yang digelar untuk kali kedua, Senin, 14 Desember 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan pemerintah akan mempercepat proses penyuntikan vaksin Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Ia menyebut herd immunity akan segera tercapai dalam satu tahun mendatang.

    “Kalau tidak ada aral melintang, 15 bulan ke depan atau Maret (2022) Indonesia akan mencapai herd immunity,” ujar Suharso Monoarfa dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Senin, 22 Februari 2021.

    Pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 menjangkau 182 juta penduduk dalam waktu satu tahun. Suharso mengatakan pemerintah akan mendatangkan stok vaksin sebanyak 480 juta dosis untuk dua kali penyuntikan per orang dengan 15 persen stok lebih sebagai cadangan.

    Dari total 182 juta penduduk yang akan divaksin, 40 persen di antaranya ditargetkan memperoleh penyuntikan lebih cepat. Sesuai dengan jumlah vaksin yang beredar, Suharso mengatakan vaksin untuk 40 persen penduduk akan selesai pada September mendatang.

    “Tapi mudah-mudahan bisa sehingga kita bisa hammering the curve atau memukul laju pertambahan kasus corona,” ujar Suharso.

    Meski vaksinasi telah berjalan, dia menyatakan masyarakat harus menegakkan perilaku disiplin terhadap protokol kesehatan yang meliputi 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Ia mengimbau warga tidak berkerumun maupun melakukan perjalanan seumpama tidak ada hal yang mendesak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.