Sandiaga Akan Bentuk Program Pengumpulan Dana Pemulihan Pariwisata

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengecek proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu 13 Februari 2021. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengecek proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu 13 Februari 2021. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan membuat program pengumpulan dana pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif atau tourism and creative economy recovery fund. Pengumpulan dana tersebut bertujuan membantu pelaku usaha memperbaiki likuiditas keuangannya yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

    “Saya menjajaki dengan beberapa institusi keuangan untuk meluncurkan tourism and creative economy recovery fund. Ini sebuah fund untuk merestrukturisasi, membangkitkan, dan memulihkan sektor pariwisata,” ujar Sandiaga dalam rekaman suara yang dikirimkan kepada Tempo, Senin, 22 Februari 2020.

    Baca Juga: Program Beli Kreatif Danau Toba, Luhut Sampai Sri Mulyani Ikut Belanja

    Sandiaga menginginkan program pengumpulan dana dapat menjangkau pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang perhotelan maupun pengelola tempat wisata. Kementerian sedang membahas program itu bersama sejumlah pihak pengelola keuangan, seperti Danareksa.

    ADVERTISEMENT

    Meski demikian, mekanisme program pengumpulan dana ini masih dimatangkan. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut memastikan program pengumpulan dana nantinya berbeda dengan hibah yang dikucurkan oleh pemerintah.

    “Ini bukan hibah, tapi mekanisme untuk memberikan bantuan likuiditas,” ujar Sandiaga.

    Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI sebelumnya mencatat pengusaha mengalami kesulitan keuangan yang sangat parah selama masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data PHRI, setiap bulannya sekitar 150 sampai 200 pemilik restoran dan hotel memilih menutup usahanya.

    PHRI menduga ada lebih dari 24 ribu pekerja di sektor hotel dan restoran yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Jumlahnya tersebut diduga bisa lebih banyak lantaran saat ini tidak semua pelaku usaha hotel dan restoran tergabung dalam PHRI.

    Adapun Sandiaga Uno yakin sektor usaha yang bergerak di bidang wisata akan mulai menunjukkan tren pemulihan pada paruh kedua 2021. Pemulihan ekonomi didorong oleh vaksinasi yang telah berjalan dan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.