IHSG Menguat 0,92 Persen, Saham BRI dan BCA Paling Banyak Diborong Asing

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Senin, 22 Februari 2021.

    Melansir data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 6.288,9
    atau naik 57 poin (0,92 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.231,9.

    Sebanyak 210 saham melaju di zona hijau dan 74 saham di zona merah. Sedangkan 202 saham lainnya stagnan.

    Investor asing cenderung masuk dengan net buy Rp 84,2 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 42 miliar. Saham BBRI naik 1,25 persen atau 60 poin menjadi Rp 4.850. Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk. menjadi yang kedua paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 28,4 miliar. Saham BBCA naik 1,17 persen atau 400 poin menjadi Rp 34.525.

    Baca Juga: IHSG Melemah 0,11 Persen, Saham BCA dan Kalbe Farma Diborong Asing

    Sementara itu di jajaran top gainers, saham PT Multipolar Tbk. atau MLPL naik 17,6 persen ke level 80 dan PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk. atau BANK juga menguat 11,45 persen ke level 1.265.

    Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pola pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi dengan potensi tekanan yang cukup besar.pola pergerakan IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi dengan potensi tekanan yang cukup besar.

    Sentimen positif masih didominasi oleh sentimen yang berasal dari dalam negeri, rilis data perekonomian masih terlihat wajar. Hanya saja, kata dia, kinerja emiten secara full year memiliki kemungkinan akan banyak mengalami penurunan.

    Sehingga, dia menilai hal itu dapat memberikan pengaruh terhadap pergerakan harga saham emiten. "Hari ini IHSG berpotensi melemah," kata William dalam keterangan tertulis. Adapun dia memprediksi IHSG bergerak pada kisaran level 6.123 hingga 6.288.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.