Indef Sebut Dampak Insentif PPnBM ke Pertumbuhan Ekonomi Sangat Kecil

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi showroom mobil. Shutterstock

    Ilustrasi showroom mobil. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai kebijakan pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM 0 persen seharusnya tidak perlu diberikan.

    "Mengingat tanpa kebijakan pertumbuhan penjualan menuju normal dan dampak ekonominya dapat dikatakan sangat kecil sekali dari hitungan kami," kata Tauhid dalam diskusi virtual, Ahad, 21 Februari 2021.

    Pemerintah, kata dia, juga harus mencari alternatif sumber pajak pengganti kehilangan PPNBM, Pajak Daerah dan PPN, meski PPh meningkat. "Perlu upaya mengatasi tingginya suku bunga dan jenuhnya kredit konsumsi mengingat dalam situasi resesi, perbankan akan jauh lebih berhati-hati, " ujarnya.

    Lebih jauh, menurut Tauhid, dibutuhkan upaya mengatasi Covid-19 agar konsumsi kelas menengah meningkat, khususnya untuk barang budaya rekreasi, barang lainnya dan sandang. "Itu harusnya disentuh lebih cepat karena mempengaruhi seluruhnya," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.