Kapal Penyeberangan Terbalik di Kalimantan Barat, Kemenhub Jelaskan Kronologinya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kapal karam (pixabay.com)

    ilustrasi kapal karam (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Sintete Kementerian Perhubungan bersama dengan tim SAR mengevakuasi para penumpang dalam terbaliknya kapal motor penyeberangan (KMP) Bili di Dermaga Parigi Piai di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kepala KSOP Kelas IV Sintete, Yuli Indrawanto menyebutkan KMP Bili mengalami insiden pada Sabtu, 20 Februari sekitar pukul 14.00 WIB.

    “Telah terjadi insiden terbaliknya kapal pukul 14.00 WIB. KSOP Sintete menerima berita dari Nakhoda bahwa kapalnya terbalik. Kapal penyeberangan KMP Bili dengan operatornya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero),” kata Yuli dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Februari 2021.

    Ia langsung merespons insiden tersebut setelah mendapat laporan dengan menurunkan Quick Response Team (QRT). Adapun kapal menyeberangi Sungai Sambas Besar dengan jarak 800 meter dari Tebas menuju Parigi Piai.

    “Pada saat mau bersandar di Dermaga Parigi Piai dan penumpang mulai turun, kapal miring dan tali putus sehingga terbalik,” ujarnya.

    Dia mengungkapkan jumlah penumpang tercatat 72 orang dan 15 orang ABK. Sementara kendaraan yang berada di atas kapal terdiri dari 11 unit truk sedang, dua unit mobil dan 40 unit sepeda motor.

    Tidak ada korban jiwa, namun ada beberapa penumpang yang mengalami luka ringan. Semuanya langsung dievakuasi dan ditangani di puskesmas terdekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.