YLKI Minta Operator Gratiskan Ruas Jalan Tol yang Banjir

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan menerabas genangan banjir di ruas Tol TB Simatupang, Jakarta, Sabtu 20 Februari 2021. Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan tersebut menyebabkan kemacetan panjang di ruas tol tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Sejumlah kendaraan menerabas genangan banjir di ruas Tol TB Simatupang, Jakarta, Sabtu 20 Februari 2021. Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan tersebut menyebabkan kemacetan panjang di ruas tol tersebut. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI, Tulus Abadi, mengusulkan operator jalan tol untuk menggratiskan ruas-ruas yang banjir. Hal ini berkaitan dengan sejumlah ruas jalur bebas hambatan di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang tergenang setelah hujan melanda beberapa hari belakangan.

    "Seharusnya tol yang banjir itu digratiskan. Tak ada pungutan bagi konsumen. Sungguh anomali dan ironis jika jalan tol banjir tapi operator tol masih mengenakan tarif," ujar Tulus dalam keterangan tertulis, Sabtu, 20 Februari 2021.

    Bahkan, menurut Tulus, pengelola tol seharusnya memberikan kompensasi dan ganti rugi bagi kendaraan pengguna yang mogok dan rusak karena melewati banjirnya jalan tol.

    Pengelola tol pun, menurut dia, seharusnya juga memperbaiki sistem drainase di sepanjang jalan tol. Sebab ia memperkirakan banjirnya jalan tol, selain karena curah hujan yang tinggi, juga karena buruknya sistem drainase di sepanjang jalan tol.

    Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat adanya genangan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 19 arah Jakarta yang diakibatkan oleh air Kali Jambe Bekasi Timur.

    Untuk mencairkan kepadatan yang terjadi menuju lokasi terdampak genangan, Jasa Marga dengan diskresi Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow mulai dari Km 21 sampai dengan Km 14 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta sejak pukul 15.00 WIB hari ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.