Sandiaga Ingin Vaksinasi Pekerja di Sektor UMKM dan Parekraf Digelar Maret 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang Pasar Tanah Abang saat antre untuk menjalani vaksinasi COVID-19 massal di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pedagang Pasar Tanah Abang saat antre untuk menjalani vaksinasi COVID-19 massal di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menginginkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pekerja di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata dan ekonomi kreatif dipercepat. Ia berharap vaksinasi untuk sektor tersebut berjalan pada tahap kedua atau Maret nanti.

    “Saya lihat jika ini bisa dilakukan mulai Maret, harapannya dalam 12 bulan vaksinasi untuk (pelaku usaha) di Bali dan beberapa daerah wisata diprioritaskan selesai,” ujar Sandiaga dalam rekaman suara yang diterima Tempo, Sabtu, 20 Februari 2021.

    Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Vaksin Gotong Royong Bisa Jangkau hingga 30 Juta Pekerja

    Sandiaga telah mengusulkan 34 juta pelaku usaha di sektor informal UMKM maupun Parekraf memperoleh prioritas penyuntikan vaksin. Percepatan vaksinasi dianggap penting untuk memulihkan kegiatan ekonomi.

    Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait permintaan percepatan vaksinasi tersebut. Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih menunggu jawaban dari Kementerian Kesehatan untuk keputusan pelaksanaannya.

    “Tentunya ini akan mengacu kepada ketersediaan vaksin dan koordinasi kita dengan Pak Menkes dan instansi maupun kementerian dan lembaga terkait. Kita tunggu jawaban mudah-mudahan mendapat respons positif,” ujarnya.

    Di samping mendorong percepatan vaksinasi program pemerintah, Sandiaga memastikan akan mendukung pelaksanaan vaksin gotong royong. Ia meminta perusahaan-perusahaan besar, khususnya yang bergerak di sektor pariwisata dan industri kreatif, melaksanakan vaksin secara mandiri guna mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 70 persen.

    Menurut Sandiaga, vaksin gotong royong akan memperkuat kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19. Kendati begitu, dia meminta jalur vaksinasi ini dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan dari pemerintah.“Saya dapat kabar mereka harus membeli vaksin melalui BUMN dan diberikan kepada karyawan secara gratis,” ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.