Sri Mulyani: 15 Persen Rakyat Belum Dapat Sumber Air Minum Layak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai perluasan akses layanan sumber air minum layak dan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir sudah meningkat luar biasa. Hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

    BPS mencatat, pada 2017, baru 62,75 persen masyarakat yang mendapatkan akses layanan sumber air minum. Lalu pada 2018, angkanya naik menjadi 65,28 persen dan pada 2019, kembali naik menjadi 84,91 persen.

    "Namun tidak berarti kita puas," kata Sri Mulyani dalam dalam acara penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I di Jakarta, Jumat, 19 Februari 2021.

    Sebab artinya, kata dia, masih ada 15 persen masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses layanan air minum layak dan berkelanjutan. Sehingga, salah satu upaya pemerintah adalah membangun SPAM Jatiluhur I ini.

    Dalam acara ini, perjanjian KPBU resmi diteken. Sehingga, kontraktor pelaksana PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur akan memulai proses konstruksi pada Agustus 2021. SPAM ini akan memproduksi air minum 4.750 liter per detik untuk 475 ribu rumah tangga.

    Rinciannya yaitu Jakarta 4000 liter per detik, Kabupaten Karawang 350 liter, Kota Bekasi 300 liter, dan Kabupaten Bekasi 100 liter. Keempat wilayah akan mulai dapat pasokan air minum baru setelah proyek selesai pada Februari 2024.

    Data-data BPS ini disampaikan langsung Sri Mulyani kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, yang ikut hadir dalam acara ini. "Pak Basuki tahu betul, sejak jadi Menteri Keuangan lagi, saya termasuk yang terus menerus sering menanyakan masalah sanitasi dan air bersih," kata dia.

    Sri Mulyani pun mengatakan dirinya tidak akan berhenti mendorong Basuki meningkatkan infrastruktur air bersih ini. Sebab, kata dia, ini adalah komponen dasar yang menyangkut kualitas kehidupan banyak rumah tangga.

    Baca: Susi Pudjiastuti Cuit Soal Utang Luar Negeri, Begini Reaksi Stafsus Sri Mulyani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.