Survei BI: Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Terindikasi Melambat pada Januari 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk

    Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk "Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models" di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Bank Indonesia soal kebutuhan pembiayaan korporasi pada Januari 2021 mengindikasikan kebutuhan pembiayaan korporasi melambat. Hal tersebut terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang kebutuhan pembiayaan korporasi sebesar 9,2 persen.

    "Tidak setinggi SBT 13,9 persen pada bulan sebelumnya," dinukil dari Laporan Survei Permintaan dan Penawaran Biaya Perbankan yang diterbitkan BI, Jumat, 19 Februari 2021.

    Sejumlah sektor dengan kebutuhan pembiayaan yang meningkat antara lain sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan jasa lainnya, terutama untuk mendukung aktivitas operasional yaitu sebesar 76,1 persen, untuk mendukung pemulihan pasca era new normal 41,3 persen, dan membayar kewajiban yang jatuh tempo 39,4 persen.

    Berdasarkan laporan tersebut, responden yang menginformasikan bahwa kebutuhan pembiayaan yang meningkat mayoritas dipenuhi dari dana sendiri ada sebanyak 48,6 persen. Adapun yang memenuhi kebutuhan pembiayaan melalui pinjaman dari perusahaan induk ada 8,3 persen, serta yang memenuhi pembiayaan melalui pinjaman ke perbankan dalam negeri sebesar 16,5 persen.

    "Secara umum, responden menyampaikan bahwa preferensi pilihan pembiayaan tersebut secara umum dilakukan berdasar aspek kemudahan dan kecepatan perolehan dana, biaya (suku bunga) dan optimalisasi fasilitas eksisting," termaktub dalam laporan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.