Harga Emas Semakin Melemah, Saatnya Jual atau Tambah Koleksi?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan logam mulia edisi spesial bergambar shio Kerbau Logam di Butik Emas Antam, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Antam mengeluarkan logam mulia edisi spesial untuk menyambut Tahun Baru Imlek. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menunjukkan logam mulia edisi spesial bergambar shio Kerbau Logam di Butik Emas Antam, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Antam mengeluarkan logam mulia edisi spesial untuk menyambut Tahun Baru Imlek. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Jumat, 19 Februari 2021, turun Rp 2 ribu dibandingkan dengan kemarin. "Harga emas batangan satu gram Rp 923.000," seperti ditulis dalam situs resmi logammulia.com pada Jumat 19 Februari 2021.

     

    Harga emas terus terkoreksi seiring dengan penguatan dolar AS yang tidak terduga serta reli imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury).

    Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar Spot turun 0,7 persen ke level US$1.763,95 per ounce. Sepanjang pekan ini, harga logam mulia tersebut telah anjlok 3,3 persen. Sedangkan, sepanjang 2021, harga emas telah terkoreksi 7,1 persen, atau tren harga terburuk di awal tahun sejak 1991 lalu. 

    Padahal, sepanjang tahun lalu, harga emas mengalami reli yang cukup besar seiring dengan kondisi pandemi yang membuat investor beralih ke aset safe haven.

    Pelemahan emas di awal tahun ini dipicu oleh ketahanan dolar AS dan penguatan yield US Treasury yang menunjukkan pemulihan ekonomi global telah berjalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.