Cheetos hingga Lays Absen 3 Tahun, Indofood: Sesuai Kesepakatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lays, Cheetos dan Doritos. Foto/Instagram/fritolay

    Lays, Cheetos dan Doritos. Foto/Instagram/fritolay

    TEMPO.CO, Jakarta – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP menjelaskan alasan perusahaan menyetop produksi makanan ringan Lays, Doritos, dan Chetoos selama tiga tahun terhitung mulai Agustus 2021. General Manager Corporate Communications ICBP Stefanus Indrayana mengatakan keputusan itu sesuai kesepakatan antara Indofood, Indofood Fritolay Makmur (IFL), dan PepsiCo selaku pemegang merek.

    “Sesuai kesepakatan, Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun,” ujar Stefanus saat dihubungi Tempo pada Jumat, 19 Februari 2021.

    Stefanus menjelaskan, ICBP telah memborong seluruh saham IFL pada 17 Februari 2021. IFL merupakan perusahaan patungan antara PepsiCo dengan ICBP yang kemitraannya telah berlangsung selama 30 tahun terakhir.

    Baca Juga: Indofood Borong Saham Fritolay; Lays, Doritos, Cheetos Setop Produksi Agustus

    Selepas aksi perusahaan ini, IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan, dan pendistribusian produk-produk makanan ringan dengan merek PepsiCo di Indonesia. Perusahaan memiliki waktu transisi enam bulan sejak masa pembelian seluruh saham.

    Namun, Stefanus memastikan perusahaan masih akan memproduksi makanan ringan serupa. “Kami akan terus memproduksi, menjual dan mengembangkan merek-merek kami, seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz, yang telah lama menjadi salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia,” ujarnya.

    Dalam keterangan resmi, PepsiCo menyampaikan persetujuan atas penjualan saham minoritasnya di IFL oleh ICBP. “IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia pada Agustus 2021,” tulis PepsiCo, Rabu, 17 Februari 2021.

    PepsiCo yang pernah menaruh saham di Indofood ini menilai Indonesia memiliki prospek industri makanan ringan yang kuat dan akan terus menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan perseroan. Meski menghentikan pemasaran tiga merek makanan ringan di Indonesia, PepsiCo masih akan menawarkan Quaker Oat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.