Bos BI Kritik Bank BUMN karena Tak Lekas Turunkan Suku Bunga

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meminta perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kredit seiring dengan langkah bank sentral yang telah memangkas suku bunga acuannya. 

    Perry menilai transmisi suku bunga perbankan masih berjalan lambat kendati Bank Indonesia sudah terus menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR). Yang terbaru hari ini, bank sentral memangkas suku bunga acuan menjadi 3,5 persen, atau rekor terendah sepanjang masa.

    Sepanjang tahun 2020, kata Perry, suku bunga kredit perbankan baru turun 83 basis poin (bps) menjadi 9,7 persen. Padahal, pada tahun yang sama, BI7DRRR sudah turun sebesar 125 bps menjadi 3,75 persen dan pada awal tahun ini kembali dipangkas sebesar 25 bps. 

    Lebih jauh, Perry menjelaskan lambannya penurunan ini karena perbankan massih mematok suku bunga dasar kredit (SBDK) yang tinggi. "SBDK perbankan yang selama 2020 baru turun 75 bps menjadi 10,11 persen," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis, 18 Februari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Walhasil, kata Perry, selisih antara suku bunga terhadap BI7DRR maupun suku bunga deposito mencapai 6,36 persen dan 5,84 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...