BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini jadi 5,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada September 2017 turun dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada September 2017 turun dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021. BI memprediksi pertumbuhan hanya akan berada di rentang 4,3 persen hingga 5,3 persen.

    "Lebih rendah dari perkiraan sebelumnya," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual pada Kamis, 18 Februari 2021.

    Sebelumnya pada 3 Desember 2020, BI memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,8 sampai 5,8 persen. Menurut Perry, revisi ini sejalan dengan lebih rendahnya realiasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2020.

    Sebelumnya pada kuartal IV 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi minus 2,19 persen (year-on-year/yoy). Ekonomi minus saat Perry memproyeksinya tumbuh positif.

    Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali ke kisaran 4,3 pada 5,5 persen pada 2021. Angka ini jauh di atas realisasi pertumbuhan ekonomi 2020 yang mengalami kontraksi hingga minus 2,07 persen.

    “Masih ada PR bahwa kita harus memulihkan ekonomi masuk dalam zona positif," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.

    Sri Mulyani melihat pemulihan ekonomi masyarakat terus berjalan meskipun pemerintah menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah juga akan terus menggulirkan kebijakan untuk menstimulus ekonomi demi mengakeselerasi pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

    Hal-hal tersebut yang akan diupayakan pemerintah di Februari dan Maret 2021 ini. Dengan begitu diharapkan, di kuartal I tetap bisa ada momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi, baik kuartal ke kuartal atau secara tahunan. "Dengan kuartal I yang cukup solid, kita akan jaga supaya di kuartal II dan III akan rebound, atau pemulihannya makin dipercepat,” kata Sri Mulyani.

    FAJAR PEBRIANTO | ANTARA

    Baca: Gubernur BI Beberkan Alasan Turunkan Suku Bunga Acuan jadi 3,5 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?