Terkait Insentif PPnBM, OJK Siapkan Revisi Aturan Soal Kredit Kendaraan Bermotor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo OJK. wikipedia.org

    Logo OJK. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sedang menyiapkan aturan relaksasi untuk kredit kendaraan bermotor setelah pemerintah mengumumkan pemberian insentif penurunan PPnBM bagi mobil dengan ukuran CC di bawah 1.500. Anggota Dewan Komisioner OJK, Heru Kristiyana, mengatakan lembaganya akan mendukung langkah pemerintah tersebut.

    “Kita support dengan menurunkan ATMR (aktiva tertimbang menurut risiko kredit) kendaraan bermotor dengan kualifikasi. Nanti kami sesuaikan,” ujar Heru dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Kamis, 18 Februari 2021.

    Heru menyebut kebijakan ini merupakan salah satu stimulus yang dikeluarkan OJK pada 2021 di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung. Aturan akan diterbitkan sebelum realisasi penurunan PPnBM berlaku pada 1 Maret mendatang.

    Selain relaksasi kredit kendaraan bermotor, OJK akan melanjutkan sejumlah stimulus yang telah diberikan pada 2020 lalu. Salah satunya, OJK juga tengah mempertimbangkan adanya relaksasi kredit pembelian rumah.

    “Kami berpikir bagaimana sektor industri dan perbankan bisa tetap bertahan, dan pada akhirnya pertumbuhan kredit juga lebih baik,” katanya.

    Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan insentif penurunan PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan cc kurang dari 1500, yaitu untuk kategori sedan dan 4x2.  Kebijakan ini dilakukan lantaran pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif dengan local purchase kendaraan bermotor di atas 70 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.