Indofood Borong Saham Fritolay; Lays, Doritos, Cheetos Setop Produksi Agustus

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PepsiCo Inc menggugat empat petani di India karena membudidayakan sebuah varietas kentang yang digunakan produsen itu untuk membuat makanan ringan. Sumber: Reuters/asiaone.com

    PepsiCo Inc menggugat empat petani di India karena membudidayakan sebuah varietas kentang yang digunakan produsen itu untuk membuat makanan ringan. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PepsiCo Inc. bersama afiliasinya pamit sementara dalam memasarkan produk makanan ringan seperti Lays, Doritos, dan Cheetos di Indonesia. Hal itu dilakukan setelah PepsiCo Inc. dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. pecah kongsi.

    Indofood CBP Sukses Makmur telah menuntaskan pembelian seluruh saham Fritolay Netherlands Holding B.V. (Fritolay) selaku afiliasi PepsiCo Inc. di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) pada Rabu, 17 Februari 2021.

    Setelah transaksi tersebut, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo. IFL akan menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo dalam waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal dilakukan transaksi.

    Fritolay, PepsiCo, dan/atau pihak afiliasi lainnya pun tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun sejak berakhirnya masa transisi.

    Dalam keterangan resmi, PepsiCo menyampaikan persetujuan atas penjualan saham minoritasnya di PT IFL oleh Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP).

    Adapun IFL merupakan perusahaan patungan antara PepsiCo dengan ICBP yang kemitraannya telah berlangsung selama 30 tahun terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.