Commonwealth Bank Lampaui Target Penjualan ORI019 Sebelum Penawaran Ditutup

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana simulasi sistem pembukaan rekening hanya 10 menit Kiosk Bank Commonwealth, di Mall Serpong, Tangerang, 31 Juli 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Suasana simulasi sistem pembukaan rekening hanya 10 menit Kiosk Bank Commonwealth, di Mall Serpong, Tangerang, 31 Juli 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta -Penjualan Surat Berharga Negara ritel seri ORI019 oleh mitra distribusi Commonwealth Bank melampaui targetnya sebelum waktu penutupan pada Kamis, 18 Februari 2021.

    Pemesanan surat berharga negara (SBN) ritel seri ORI019 menyentuh Rp 26 triliun di H-1 penutupan masa penawaran, ini sekaligus mencetak rekor sepanjang penerbitan SBN Ritel.

    Chief of Retail & SME Business Commonwealth Bank Ivan Jaya menuturkan penjualan SBN ritel seri ORI019 telah melebihi target penjualan. Penjualan ini menjadi salah satu yang tertinggi. "Kami telah mencapai dan melebihi target penjualan kami sebelum masa penawaran berakhir. Yang bisa saya sampaikan adalah 10 persen lebih tinggi daripada yang kami targetkan atau 110 persen dari 100 persen target," ujarnya kepada Bisnis, Rabu, 17 Februari 2021.

    Menurutnya, SBN ritel ORI019 merupakan produk yang memiliki nilai tambah menarik untuk investor. Karena itu penjualannya dapat mencetak rekor dan dapat terjual dengan cepat alias laris manis.

    Berdasarkan data dari salah satu midis daring pada Rabu (17/2/2021) pukul 17.00, jumlah pemesanan ORI019 telah mencapai 100 persen dari total kuota Rp 26 triliun yang disediakan oleh pemerintah.

    Total kuota pemesanan tersebut telah dinaikkan pemerintah beberapa kali dari target awal sebesar Rp 10 triliun, ini sekaligus melampaui pemesanan ORI seri sebelumnya yakni ORI018 yang sebesar Rp 12,97 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.