Terpopuler Bisnis: Kasus Salah Transfer Citibank, Cuitan Susi Pudjiastuti

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Beawiharta

    REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita terpopuler ekonomi bisnis pada Rabu, 17 Februari 2021 dimulai dengan Citibank yang tidak bisa menarik uangnya kembali setelah salah transfer Rp 7 triliun. Pasalnya Pengadilan Distrik Amerika Serikat menyatakan perkara tersebut adalah salah transfer yang dianggap murni kesalahan Citibank.

    Selain itu, cuitan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tentang utang luar negeri yang membengkak menjadi Rp 5.803 triliun. Yang kemudian ditanggapi Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hal lainnya adalah soal harga emas yang diprediksi akan jeblok untuk jangka lama. Berikut adalah penggalan berita terpopuler tersebut:

    1. Citibank Tak Bisa Tarik Dananya Kembali Setelah Salah Transfer Rp 7 Triliun

    Pengadilan Distrik Amerika Serikat memutuskan Citibank tak bisa menarik uangnya kembali senilai US$ 500 juta atau setara hampir Rp 7,002 triliun (asumsi kurs Rp 14.004 per dolar AS). Perkara uang yang disebut sebagai salah transfer ini dianggap murni kesalahan transaksi oleh bank tersebut.

    Awalnya, Citibank hanya bermaksud mengirimkan pembayaran bunga sekitar US$ 8 juta kepada pemberi pinjaman perusahaan kosmetik Revlon Inc. Namun dalam realisasinya, bank tak sengaja mentransfer hampir 100 kali lipat dari jumlah tersebut, termasuk transfer US$ 175 juta ke dana lindung nilai atau hedge fund.

    Jadi, secara keseluruhan Citibank tidak sengaja mengirimkan uang senilai US$ 900 juta ke kreditor Revlon. Citibank lantas mengajukan gugatan pada Agustus tahun lalu dan meminta pengembalian dana tersebut.

    Dalam putusan 101 halaman yang dikeluarkan pada Selasa, 16 Februari 2021, Hakim Distrik AS Jesse Furman di New York mengatakan putusan ini diambil dengan sangat mudah.

    Furman menjelaskan, transfer tersebut sesuai dengan sen jumlah pokok dan bunga pinjaman. "Pemberitahuan yang menyertai mengacu pada bunga yang jatuh tempo, dan satu-satunya cara yang akurat adalah jika Revlon melakukan pembayaran di muka utama."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.