Pentingnya Perlindungan Data Nasabah Perbankan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BTPN Jenius

    BTPN Jenius

    INFO BISNIS – Digitalisasi perbankan menawarkan kecepatan dan kemudahan di masa pandemi Covid-19. Namun, faktor keamanan juga harus menjadi perhatian bagi seluruh pihak, terutama soal perlindungan data pribadi nasabah. Data pribadi ini dapat berupa nama lengkap ibu kandung, alamat, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), maupun data perbankan seperti nomor rekening, nomor kartu debit serta PIN dan password akun perbankan.

    Data pribadi sangat rentan untuk dicuri dan disalahgunakan, sehingga menimbulkan kerugian finansial jangka pendek. “Untuk jangka panjang, ketika data disalahgunakan, dampaknya adalah korban sangat rentan mengalami kasus penipuan kembali dengan berbagai modus,” kata praktisi keamanan siber sekaligus founder dari Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto kepada Tempo, Rabu, 10 Februari 2021.

    Untuk itu, bank harus melindungi data nasabah untuk mencegah berbagai kejahatan, seperti hacking atau social engineering. Keamanan data yang ideal sangat diperlukan, selain kesadaran pribadi para nasabah. “Idealnya bank benar-benar menaruh perhatian pada keamanan untuk menjaga data nasabah dengan (indikator) minimnya kasus kejahatan di bank tersebut,” ujar Teguh.

    Upaya menciptakan ekosistem perbankan digital Indonesia yang aman dan nyaman membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Keamanan bertransaksi digital merupakan tanggung jawab bersama antara penyedia layanan perbankan maupun penggunanya.

    Terkait hal ini, Digital Banking Business Product Head PT Bank BTPN, Waasi B. Sumintardja mengatakan sistem bank digital Jenius sangat mengutamakan perlindungan data pribadi. “Kami sangat ketat menjaga keamanan data pribadi para nasabah,” ujarnya pada Kamis, 5 Februari 2021.

    Jenius menerapkan sistem keamanan berlapis dengan teknologi terkini. Dua contohnya yakni penerapan otentikasi dua tingkat (PIN dan password) saat nasabah melakukan transaksi finansial di aplikasi Jenius serta fitur notifikasi saat terjadi aktivitas di rekening nasabah.

    “Ada belasan bahkan puluhan jenis notifikasi yang kami berlakukan. Jadi, bagi kami, notifikasi itu seperti CCTV. Kami juga membedakan antara PIN untuk masuk aplikasi Jenius dengan password yang digunakan saat melakukan transaksi. Jadi kuncinya ada dua, sehingga dapat lebih aman. PIN untuk setiap kartu debit pun dapat di-setting berbeda,” kata Waasi.

    Nasabah Jenius yang mengalami kendala keamanan data pribadi dapat segera melapor ke customer service 24 jam Jenius di Twitter @jeniushelp, Call Center 1500 365 dan email jenius-help@btpn.com. “Saat melapor, kalau bisa jangan sampai terekspos orang lain. Situasi ini bisa dimanfaatkan oleh para pencuri data pribadi,” ujar Waasi.

    Untuk menghindari kejahatan perbankan, nasabah diimbau menjaga data-data pribadinya dengan ketat, misalnya membedakan alamat email atau smartphone yang digunakan untuk aktivitas perbankan dan aktivitas sehari-hari. Selain itu, jangan memberikan informasi rahasia dan pribadi kepada siapapun, apalagi data seperti OTP, PIN, password atau informasi pada kartu debit (baik fisik maupun virtual). Ini juga berlaku saat nasabah mengunggah informasi ke media sosial.

    Jenius mengajak masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba mendapatkan informasi penting tersebut melalui media sosial. Jenius hanya membagikan informasi melalui akun media sosial resmi yang bercentang biru, yaitu Twitter @jeniusconnect, Instagram @jeniusconnect, Facebook Page: Jenius Connect, website www.jenius.com dan cocreate.id, serta layanan customer service 24 jam di Twitter @jeniushelp, e-mail jenius-help@btpn.com, dan call center 1500 365.

    Jenius tidak memiliki layanan customer service melalui Whatsapp. Selalu jeli dalam memperhatikan nama-nama akun media sosial atau nomor telepon yang Anda hubungi. Hindari juga memberikan data pribadi kepada orang lain untuk tujuan pembukaan rekening karena bila terjadi sesuatu maka pemilik rekening yang akan bertanggung jawab penuh terhadap rekening tersebut.

    Jenius akan selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat yang terkait dengan aktivitas perbankan. Perlindungan data pribadi nasabah akan selalu menjadi prioritas. Jenius juga rutin melakukan edukasi kepada pengguna mengenai keamanan perbankan. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai platform, salah satunya adalah melalui laman https://www.jenius.com/highlight/category/security-awareness.

    “Sebagai penyedia jasa keuangan, kami memiliki tanggung jawab untuk terus mengevaluasi teknologi, perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas produk. Tapi di sisi lain, kami juga sangat berharap keterlibatan yang lebih terkoordinasi di antara pelaku industri lain, pemerintah maupun pengguna,” kata Waasi.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.