Meski Turun, Pegadaian Cetak Laba Rp 2,02 T di 2020

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah melakukan physical distancing saat mengantre pelayanan di Kantor Pegadaian Pusat, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Berdasarkan data, pinjaman naik 16,55 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 29 triliun menjadi Rp 33,8 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Nasabah melakukan physical distancing saat mengantre pelayanan di Kantor Pegadaian Pusat, Jakarta, Senin, 20 April 2020. Berdasarkan data, pinjaman naik 16,55 persen secara tahunan (yoy) dari Rp 29 triliun menjadi Rp 33,8 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) mencatatkan laba Rp 2,02 triliun pada 2020. Laba itu turun 34,9 persen dibandingkan dengan 2019, yang sebesar Rp 3,11 triliun. Laba itu diperoleh dengan kenaikan pendapatan usaha meningkat 24,27 persen dari 2019 sebesar Rp 17,67 triliun menjadi Rp 21,96 triliun.

    "Kami tentu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada seluruh nasabah yang tetap loyal kepada Pegadaian, serta terus-menerus memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian sebagai solusi keuangan yang dihadapi di masa pandemi," kata Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Februari 2021.

    Baca Juga: Meski Ada Penolakan, Ekonom Sebut Holding Ultra Mikro Simbiosis Mutualisme

    Jumlah nasabah yang dilayani mengalami peningkatan sebesar 22,15 persen dari 13,86 juta orang menjadi 16,93 juta orang. Adapun omset pembiayaan yang disalurkan terdapat peningkatan 13,34 persen dari 2019 sebesar Rp 145,63 triliun menjadi Rp 165,06 triliun pada 2020.

    Kuswiyoto mengatakan rasa syukur atas pencapaian yang diraih oleh perusahaan, bahwa di tengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif sebagai dampak dari pandemi Covid-19, Pegadaian tetap mempunyai ketangguhan dalam menghadapi krisis.

    Perseroan juga mencatatkan kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dari Rp 154 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 2,12 triliun di tahun 2020. Sementara itu dari sisi aset naik 9,40 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 65,32 triliun menjadi Rp 71,47 triliun di 2020.

    “Penambahan penempatan dana sebagai cadangan kerugian tersebut merupakan bagian dari manajemen risiko, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kerugian perusahaan di masa yang akan datang sebagai akibat penurunan kualitas pembiayaan," ujarnya.

    Kuswiyoto juga mengatakan bahwa selama 2020 Pegadaian telah meluncurkan berbagai produk dan layanan yang membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan ekonomi di masa pandemi. Program yang dilaksanakan antara lain restrukturisasi dan relaksasi kredit, Gadai Peduli dengan bunga 0 persen, serta penyaluran subsidi bunga UMKM.

    Selain itu Pegadaian juga menggelar berbagai program CSR seperti penyerahan bantuan tunai, sembako, alat kesehatan, alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, mobil ambulans, dan bantuan lain dalam rangka pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

    Pegadaian juga terus melakukan transformasi digital sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Sepanjang 2020 aplikasi Pegadaian Digital telah digunakan oleh 2,1 juta nasabah dengan 3,4 juta transaksi senilai Rp 5,1 triliun.

    “Kami tentu senang, transformasi digital yang dijalankan oleh Pegadaian dapat diterima dan dimanfaatkan oleh banyak masyarakat. Selain memberikan kemudahan, akurasi, keamanan dan kecepatan transaksi, hal ini sejalan program pemerintah dalam membangun Industri 4.0,” ujar Kuswiyoto, dari Pegadaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.