Viral Warga Desa di Tuban Borong Mobil, Nahol Cerita Tunggu Rp 25 Miliar Cair

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah video yang memperlihatkan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menerima mobil baru langsung dari showroom di Surabaya, Jawa Timur, mendadak berkembang luas dan viral, Selasa, 16 Februari 2021. (Sumber: IG @ndorobeii)

    Sebuah video yang memperlihatkan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menerima mobil baru langsung dari showroom di Surabaya, Jawa Timur, mendadak berkembang luas dan viral, Selasa, 16 Februari 2021. (Sumber: IG @ndorobeii)

    TEMPO.CO, Tuban - Wantono alias Nahol, 40 tahun, kini hidup bergelimang harta. Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, itu menunggu ganti untung Rp 25 miliar dari pembebasan lahan untuk proyek kilang minyak Pertamina-Rosneft di Jenu, Tuban.

    Ganti untung dari pemerintah di tanah warisan kakeknya seluas 4 hektare dari total 7 hektare, segera cair.  “Kita tengah menunggu pencairan,” ujarnya pada Tempo, Rabu, 17 Februari 2021.

    Ayah satu anak ini mengakui, setelah nanti dapat ganti pembebasan lahan, uang yang diterima akan digunakan sesuai kebutuhan. Seperti beli tanah, daftar haji, bikin usaha. Kalau pun terpaksa beli mobil, dipilih yang sederhana. Dia sudah beli mobil Mitsubishi Xpander seharga Rp 301 juta. Tetapi oleh tetangga lainnya diejek karena dianggap mobil biasa.

    “Tetangga lain, beli mobil Pajero, Honda HRV dan jenis mobil mewah lainnya. Saya diejek, tetapi tenang saja,” kata suami dari Nurlaili Yulianti.

    Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan warga Desa Sumurgeneng menerima mobil baru langsung dari showroom di Surabaya, Jawa Timur, mendadak berkembang luas dan viral. Hingga Selasa malam, 16 Februari 2021, tagar Tuban masuk dalam trending topic di media sosial Twitter.

    Untuk sekarang ini, Nahol lebih memilih untuk melanjutkan usaha orang tuanya mengelola sisa tanah seluas 3 hektare untuk pertanian. Seperti tanaman jagung, padi, dan kacang tanah. Tanah seluas itu, dikelola bersama satu adik perempuan. Dia terus berupaya agar pola hidup warga desa yang sederhana terus dipertahankan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.