Bicara Cegah Korupsi, Sandiaga Uno Cerita 3 Kearifan Lokal Suku Bugis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengecek proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu 13 Februari 2021. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengecek proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu 13 Februari 2021. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bicara soal pencegahan korupsi di kantornya. Ia meminta pencegahan dilakukan dengan mengambil nilai-nilai kearifan lokal yang ada di tanah air.

    "Saya mengutip kearifan lokal dari suku Bugis Sulawesi Selatan yang perlu kita resapi," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, usai acara pengawasan dan sosialisasi anti korupsi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin, 15 Februari 2021.

    Acara ini dihadiri sejumlah pejabat komisi antirasuah. Ada
    Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar hingga Plt Deputi Bidang Pendidikan KPK Wawan Wardiana.

    Kearifan lokal suku Bugis Sulawesi Selatan pertama yaitu lempu atau lurus. Artinya, kata Sandi, jangan mengambil tanaman atau barang yang bukan milikmu.

    Kedua age tengeng yaitu keteguhan. Menurut Sandi, semua pejabat harus berjanji dan bersumpah tidak akan menyalahgunakan wewenang atau tidak korupsi.

    Ketiga siri yaitu malu. Ini artinya orang yang merasa telanjang dihinggapi perasaan malu dari melakukan perbuatan jelek baik merugikan diri sendiri dan keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.