Pandemi Covid-19, BPS Catat 2,56 Juta Orang Jadi Pengangguran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja dengan mengenakan masker dan menjaga jarak menyelesaikan pesanan furnitur kualitas ekspor di perusahan furnitur PT Saniharto Enggalhardjo di Demak, Jawa Tengah, 9 Juni 2020. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan per 27 Mei 2020 jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan oleh perusahaan sebanyak 3,06 juta orang. Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan angka pengangguran akan mencapai 4,22 juta orang pada 2020. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

    Sejumlah pekerja dengan mengenakan masker dan menjaga jarak menyelesaikan pesanan furnitur kualitas ekspor di perusahan furnitur PT Saniharto Enggalhardjo di Demak, Jawa Tengah, 9 Juni 2020. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan per 27 Mei 2020 jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan oleh perusahaan sebanyak 3,06 juta orang. Sementara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan angka pengangguran akan mencapai 4,22 juta orang pada 2020. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat pandemi Covid-19 membawa dampak yang luar biasa terhadap 29,12 juta penduduk usia kerja."Di mana 2,56 juta penduduk menjadi pengangguran," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin, 15 Januari 2021.

    Baca Juga: Pidato Jokowi: Optimisme Ekonomi Pulih dan Besarnya Beban Pengangguran

    Menurutnya, dari jumlah itu 760 ribu penduduk menjadi bukan angkatan kerja, serta 1,77 juta penduduk sementara tidak bekerja. "Dan paling banyak, sebanyak 24,03 juta penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja," ujarnya.

    Adapun persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 10,19 persen, meningkat 0,41 persen poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97 persen poin terhadap September 2019.

    Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019.

    Sedangkan garis kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar Rp 458.947 per kapita per bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 339.004 atau 73,87 persen dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 119.943 atau 26,13 persen.

    Pada September 2020, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,83 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.216.714 per rumah tangga miskin per bulan. Akankah pengangguran bertambah lagi?

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.