Resmikan Bendungan Tukul, Jokowi Berharap Produksi Pertanian Meningkat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 20 Mei 2019. (dok KemenPUPR)

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 20 Mei 2019. (dok KemenPUPR)

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur hari ini. Jokowi mengatakan Bendungan Tukul memiliki peran sangat penting bagi Kabupaten Pacitan diantaranya untuk mengairi sawah atau air irigasi, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.

    "Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik, bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu mengairi 600 hektar sawah, sehingga akan meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija, menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija," kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Ahad, 14 Februari 2021. 

    Pembangunan Bendungan Tukul merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air di wilayah sekitarnya sehingga suplai air irigasi akan tetap terjaga.

    Jokowi berharap dengan berfungsinya Bendungan Tukul akan menjadi infrastruktur penting dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air di Jawa Timur.

    "Saya meminta agar Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten betul-betul memanfaatkan infrastruktur ini sebaik-baiknya sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, memberikan keuntungan bagi masyarakat, meningkatkan produksi pertanian, dan juga memudahkan penyediaan air bersih bagi daerah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.