IHSG Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Sentimen yang Mempengaruhi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat pekan depan.

    "Bergerak mixed dengan kecenderungan menguat," kata Nafan saat dihubungi, Ahad, 14 Februari 2021.

    Penantian perilisan data penjualan ritel Amerika Serikat atau US retail and core retail sales, kata dia, akan menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

    Selain itu, beberapa data Purchasing Managers Index (PMI) juga dinantikan para pelaku pasar global. Juga rapat Federal Open Market Committee atau FOMC, juga menjadi perhatian pelaku pasar.

    Sedangkan sentimen dari dalam negeri berasal dari rilis neraca perdagangan Indonesia dan penetapan suku bungan acuan Bank Indonesia atau BI 7 Day Reverse Repo Rate.

    Adapun selama periode 8 hingga 11 Februari 2021, Pasar Modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang ditutup bervariasi. Kapitalisasi pasar mengalami peningkatan sebesar 1,19 persen atau sebesar Rp 7.328,9 triliun dari Rp 7.242,9 triliun pada pekan sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.