Bambang Brodjonegoro Sebut Ada Investor Tertarik Kembangkan Vaksin Merah Putih

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhub Budi Karya Sumadi dan Menristek Bambang Brodjonegoro meninjau uji coba penerapan GeNose di Stasiun KA Pasar Senen, Rabu, 3 Februari 2021. dok: Kemenhub

    Menhub Budi Karya Sumadi dan Menristek Bambang Brodjonegoro meninjau uji coba penerapan GeNose di Stasiun KA Pasar Senen, Rabu, 3 Februari 2021. dok: Kemenhub

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memastikan sejumlah investor telah menyatakan ketertarikannya untuk memperkuat PT Bio Farma (Persero) mengembangkan vaksin Merah Putih. Salah satunya PT Biotis Prima Agrisindo.

    “Biotis sedang urus izin dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Sedangkan yang lain dalam persiapan investasi,” ujar Bambang saat dihubungi Tempo pada Ahad, 14 Februari 2021.

    Sebelum mengembangkan vaksin, industri harus memperoleh izin resmi dari BPOM. Bambang mengatakan investor akan mengambil peran pada bidang-bidang yang belum bisa dilakukan oleh Bio Farma. Meski demikian, Bambang belum menjelaskan detail nilai investasi dan perusahaan mana saja yang sudah menyatakan ketertarikannya terhadap vaksin Merah Putih selain Biotis.

    Sebelumnya telah beredar kabar bahwa Kalbe Farma, Sanbe Farma, Daewoong, Biotis, Tempo Scan hingga Maybank Indonesia tertarik berinvestasi untuk mengembangkan vaksin Merah Putih. Bahkan, Maybank Indonesia dikabarkan telah membenamkan modal US$ 185 juta ke Bio Farma.

    Terkait investasi Maybank, Bambang mengaku belum memperoleh informasi. “Kalau Maybank saya belum terinfo,” kata Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?