Kemenhub Ingatkan Tanggung Jawab Perusahaan Angkut Bangkai Kapal dari Laut

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses evakuasi bangkai kapal terbakar di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Selasa, 26 Februari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Proses evakuasi bangkai kapal terbakar di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Selasa, 26 Februari 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Bila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kerangka kapal tertinggal di dalam laut, Agus mengatakan pemilik kapal  bisa menunjuk perusahaan salvage untuk mengangkat bangkai. Jika tidak diangkat, kerangka atau bangkai yang tertinggal bisa membahayakan keselamatan pelayaran.

    Agus mencontohkan pada 2014 telah terjadi kasus kecelakaan kapal laut KM Patar milik PT Kanaka Line. Dalam insiden itu, kapal KM Patar ini tenggelam di perairan di Merauke, Papua.

    Setelah kecelakaan terjadi , perusahaan tidak mau bertanggung jawab untuk menyingkirkan bangkai kapal. Kasus itu diperkarakan di Baresksrim Polri hingga akhirnya pada Januari 2021, pemilik kapal bersedia mengangkut bangkai dengan menunjuk perusahaan salvage.

    “Kasus yang terjadi pada PT Kanaka Line bisa jadi pelajaran bagi para pemilik kapal agar dapat mengikuti peraturan yang berlaku untuk bertanggung jawab terhadap kegiatan salvage,” kata Agus kembali mengingatkan tentang kewajiban mengangkut bangkai kapal.

    Baca: Evakuasi KM Sinar Bangun Dihentikan, Bangkai Kapal Tak Diangkat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.