Cegah Banjir, Kapasitas Kolam Resapan di Bandara Halim Perdanakusuma Ditambah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di Bandara Halim Perdanakusuma yang sepi di Jakarta, Kamis 7 Mei 2020. Meski penerbangan domestik dengan ketentuan khusus mulai dibuka, Bandara Halim Perdanakusuma masih belum melayani penerbangan domestik. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Warga berjalan di Bandara Halim Perdanakusuma yang sepi di Jakarta, Kamis 7 Mei 2020. Meski penerbangan domestik dengan ketentuan khusus mulai dibuka, Bandara Halim Perdanakusuma masih belum melayani penerbangan domestik. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menambah kapasitas kolam resapan untuk mencegah banjir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan peningkatan kapasitas tersebut bertujuan memperkuat sistem drainase bandara.

    “Kami telah melakukan langkah antisipasi baik itu jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengupayakan Bandara Halim Perdanakusuma bebas banjir di puncak musim hujan awal tahun ini sehingga penerbangan dapat berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Awaluddin, Sabtu petang, 13 Februari 2021.

    Bandara Halim memiliki dua kolam resapan air yang berada di sisi utara dan selatan. Kapasitas resapan kedua kolam telah ditingkatkan sejak November 2020. Pihak Angkasa Pura II kala itu melakukan pelebaran dan pendalaman untuk masing-masing kolam.

    Direktur Teknik Angkasa Pura II Agus Wialdi menuturkan peningkatan kapasitas resapan kembali dilakukan pada Februari. Perseroan, kata Agus, melakukan penggalian menggunakan alat berat backhoe di kolam sisi selatan agar dapat menampung air lebih banyak.

    “Secara keseluruhan, saat ini Bandara Halim Perdanakusuma sudah memiliki kolam yang memadai,” tutur Agus.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.