PLN: 31 Ribu Stasiun Pengisian Layani 327 Ribu Kendaraan Listrik pada 2031

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi taksi mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Mal Tangcity, Kota Tangerang, Banten, Jumat 31 Januari 2020. PLN menargetkan penambahan 167 unit SPKLU di Indonesia pada 2020 guna menunjang infrastruktur kendaraan listrik. ANTARA FOTO/Fauzan

    Pengemudi taksi mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Mal Tangcity, Kota Tangerang, Banten, Jumat 31 Januari 2020. PLN menargetkan penambahan 167 unit SPKLU di Indonesia pada 2020 guna menunjang infrastruktur kendaraan listrik. ANTARA FOTO/Fauzan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyusun roadmap pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU. Menurut proyeksi mereka, pada 2031 ada sebanyak 31.866 SPKLU yang tersebar di sejumlah titik di tanah air.

    "Melayani 327.681 kendaraan bermotor listrik," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2021.

    PLN pertama kali meluncurkan SPKLU pada 29 Oktober 2019. Saat itu, ada tiga SPKLU yang ditempatkan di kantor mereka di Gambir, Jakarta Pusat, untuk mobil, motor, dan skuter listrik.

    Satu tahun lebih berselang, PLN telah membangun 32 titik SPKLU pada 22 lokasi di 12 kota. Lalu, 33 titik SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) di 3 kota yaitu Banten, Bandung, dan Bali.

    Selain itu, PLN memproyeksikan roadmap pengembangan SPBKLU. Menurut Bob, akan ada 4,6 juta kendaraan listrik R2 (salah satu jenis kendaraan listrik berdasarkan biaya penggunaan) pada 2030.

    Asumsi PLN, nantinya 50 persen kendaraan listrik R2 adalah battery swap user, atau berbasis pergantian baterai. Sehingga, PLN memproyeksikan terdapat kebutuhan 2,1 juta battery pack dan 67 ribu battery cabinet pada tahun 2030.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: PLN Tebar Diskon 30 Persen untuk Pengguna Kendaraan Listrik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.