Produksi Massal Vaksin Merah Putih Diprediksi Mundur Jadi Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Produksi massal vaksin Merah Putih diprediksi pada 2022 atau mundur dari perkiraan awal, yakni akhir 2021.

    Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto memperkirakan proses uji klinis vaksin Merah Putih baru selesai pada kuartal III 2022.

    Dia menambahkan saat ini perusahaan sedang menunggu regulasi dari pemerintah serta penyerahan bibit dari Lembaga Biologi Molekul (LBM) Eijkman menyerahkan bibit vaksin pada Maret 2021.

    "Nanti di Bio Farma akan dilakukan optimasi dulu, kemudian uji praklinis, uji klinis fase 1, uji klinis fase 2 dan uji klinis fase 3. Perkiraan kegiatan-kegiatan di atas baru selesai pada kuartal III 2022," ujar Bambang kepada Bisnis, Sabtu, 13 Februari 2021.

    Sebelumnya pemerintah memperkirakan vaksin Merah Putih diproduksi tahun ini. Meski demikian, diundurnya jadwal produksinya menjadi pertengahan 2022 tidak dapat dihindari.

    Saat ini, LBM Eijkman masih menyelesaikan proses awal, yakni pembibitan. Dengan metode yang digunakan, Eijkman mengisolasi satu virus yang didapatkan pada April 2020, untuk kemudian dipelajari virus lain, dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk sel, dan dikirim dalam bentuk bibit ke Bio Farma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.