Menjelang Ramadan 2021, Stok Daging Defisit 200 Ribu Ton

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang memotong daging yang dijajakan pada hari tradisi pemotongan hewan (meugang) di Beurawe, Banda Aceh, Aceh, Rabu 22 April 2020. Warga tetap melaksanakan tradisi meugang menyambut bulan Ramadan di tengah darurat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    Pedagang memotong daging yang dijajakan pada hari tradisi pemotongan hewan (meugang) di Beurawe, Banda Aceh, Aceh, Rabu 22 April 2020. Warga tetap melaksanakan tradisi meugang menyambut bulan Ramadan di tengah darurat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang puasa Ramadan 2021, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mencatat ada defisit pada stok daging di tanah air. Dari konsumsi yang mencapai 600 ribu ton dalam satu tahun, saat ini hanya tersedia 400 ribu ton saja.

    "Kita punya kekurangan daging 200 ribu ton," kata Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2021.

    Meski demikian, Syahrul belum merinci langkah yang akan diambil untuk menutupi kekurangan ini. Ia hanya menyampaikan strategi pengamanan stok pangan secara umum, seperti memotong jalur distribusi hingga operasi pasar.

    Baca Juga: Mendag Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Ramadan dan Idul Fitri 2021

    Adapun bulan puasa diperkirakan jatuh pada pertengahan April 2021. Organisasi Islam seperti Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Ramadan jatuh pada 13 April 2021.

    Di sisi lain, daging adalah salah satu komoditas yang rutin mengalami kekurangan stok dan kenaikan harga menjelang Ramadan. Tahun lalu misalnya, ada defisit stok dua bulan menjelang Ramadan yang jatuh pada 23 April 2020.

    Berdasarkan data pada rapat koordinasi yang digelar Kementerian Perdagangan saat itu, sisa pasokan daging Perusahaan Umum Bulog per 2 Maret lalu sebesar 565,33 ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat setiap bulannya rata-rata 58 ribu ton dengan produksi rata-rata nasional 34 ribu ton.

    Meski demikian, Syahrul mengatakan akan memantau pergerakan seluruh komoditas pangan nasional menjelang Ramadan ini. "Yang pasti kita tidak boleh membuat harga mahal sehingga rakyat kita tidak bisa makan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?