Permintaan Ekspor Pala Sulut Tinggi untuk Pasar Eropa di Awal Februari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga (fuli) dan biji di perkebunananya di Pulau Hatta, Banda Naira, Maluku, 20 Mei 2016. Hampir seluruh bagian buah pala dapat menghasilkan uang. Daging buah bisa dibuat manisan dan sirup. Fuli untuk bumbu masak atau diekstrak sarinya menjadi bahan baku kosmetik dan parfum. Harga fuli lebih tinggi dibandingkan harga biji pala. Harga 1 kg fuli yang dihasilkan dari 6 kg biji pala Rp 120.000. TEMPO/Iqbal Lubis

    Bunga (fuli) dan biji di perkebunananya di Pulau Hatta, Banda Naira, Maluku, 20 Mei 2016. Hampir seluruh bagian buah pala dapat menghasilkan uang. Daging buah bisa dibuat manisan dan sirup. Fuli untuk bumbu masak atau diekstrak sarinya menjadi bahan baku kosmetik dan parfum. Harga fuli lebih tinggi dibandingkan harga biji pala. Harga 1 kg fuli yang dihasilkan dari 6 kg biji pala Rp 120.000. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta -Pasar Eropa makin meminati komoditi pala asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyusul permintaan dari beberapa negara di benua tersebut cukup tinggi di awal Februari 2021.

    "Kali ini ekspor biji pala dan fuli pala dikirim ke Belanda dan Italia di awal Februari," kata Kabid Daglu Disperindag Sulut Darwin Muksin, di Manado, Kamis, 11 Februari 2021.

    Baca Juga: Buah Pala Kaya Antioksidan dapat Kurangi Peradangan Penderita Penyakit Kronis

    Darwin mengatakan biji pala yang diekspor ke Italia sebanyak 13 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 82.888 dolar Amerika Serikat.

    Sedangkan yang diekspor ke Belanda, katanya, yakni fuli pala atau bunga pala sebanyak 20 ton dengan nilai devisa sebesar 460.000 dolar AS.

    Melihat permintaan pasar Eropa yang tinggi akan komoditi pala Sulut dan turunannya, maka pemerintah terus ingatkan pengekspor agar menjaga kualitas produk."Karena pasar Eropa sangat teliti saat menerima barang, jangan sampai membuat mereka kecewa," katanya.

    Harus diakui, katanya, produk pala yang sangat terkenal yakni pala Siau berasal dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut. "Kualitasnya sangat baik, dan sangat diminati pasar Eropa," jelasnya.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.