Sandiaga Sebut Pendapatan Masyarakat Desa Wisata Kutuh Bali Anjlok 90 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) mencoba fasilitas protokol kesehatan berupa wastafel untuk mencuci tangan di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis 11 Februari 2021. Kunjungan itu dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno disela berkantor di Bali untuk berdiskusi langsung dengan pengelola dan pelaku pariwisata setempat yang mengalami penurunan pendapatan karena minimnya kunjungan wisatawan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) mencoba fasilitas protokol kesehatan berupa wastafel untuk mencuci tangan di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis 11 Februari 2021. Kunjungan itu dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno disela berkantor di Bali untuk berdiskusi langsung dengan pengelola dan pelaku pariwisata setempat yang mengalami penurunan pendapatan karena minimnya kunjungan wisatawan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pendapatan masyarakat di Desa Wisata Kutuh, Bali, turun hingga 90 persen selama pandemi Covid-19. Padahal sebelum wabah melanda, desa tersebut bisa menghasilkan pendapatan Rp 50 miliar per tahun.

    “Tapi karena pandemi, pendapatannya menurun sampai 90 persen sehingga mengakibatkan lebih dari 200 usaha kecil dan lebih dari 290 tenaga kerja serta 3.000 warga di desa ini ekonominya sangat menurun," kata Sandiaga seperti dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Februari 2021.

    Desa Wisata Kutuh memiliki ikon Pantai Pandawa dan lapangan bola dengan rumput terawat, yang tiap tahun menjadi lokasi acara Bolabali. Desa wisata ini pada masa normal dikunjungi turis hingga 3.000 per hari.

    Sandiaga menjelaskan, sesuai dengan laporan kepala adat setempat, batas ketahanan desa wisata tersebut hanya sampai Maret mendatang. Kondisi tersebut, menurut Sandiaga, tergolong darurat.

    Karena itu, Sandiaga menggelar diskusi dengan pemerintah kabupaten setempat untuk menyiapkan program, termasuk untuk membangkitkan desa wisata secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Salah satu program yang akan segera dilaksanakan adalah pergeralan kegiatan Bolabali yang akan mendatangkan wisatawan domestik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.