Libur Imlek, Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Menurun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI AU bersama seekor anjing melakukan pengamanan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, 28 Juni 2016. Anjing bernama Betty ini memiliki kemampuan dalam melacak benda berbahaya seperti bom dan narkoba. TEMPO/Fahmi Ali

    Personel TNI AU bersama seekor anjing melakukan pengamanan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, 28 Juni 2016. Anjing bernama Betty ini memiliki kemampuan dalam melacak benda berbahaya seperti bom dan narkoba. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta – Jumlah penumpang pesawat diprediksi mengalami penurunan pada libur Imlek 12-14 Februari 2021. PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat kondisi ini mengacu pada melorotnya pergerakan penumpang pada awal Januari 2021 dibandingkan dengan periode libur panjang akhir tahun 2020.

    “Trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I mencapai 2.016.159 pergerakan penumpang, turun dari trafik penumpang pada Desember 2020 yang mencapai 3.109.587,” tutur Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan kepada Tempo, Kamis, 11 Februari 2021.

    Penurunan tren penumpang pesawat tersebut diikuti dengan melemahnya trafik pesawat. Handy mengatakan, selama Januari 2021,  pergerakan pesawat reguler tercatat hanya 29.561. Sedangkan pada Desember 2020, trafik pesawat mencapai 39.857 pergerakan.

    Kondisi yang sama terjadi untuk angkutan khusus kargo. Angkasa Pura I mendata volume kargo selama awal tahun hanya 35,8 ton. Angka tersebut turun dari Desember 2020 yang mencapai 44,4 ton.

    ADVERTISEMENT

    Sementara itu berdasarkan pergerakannya, trafik penumpang tertinggi pada Januari 2021 terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yaitu sebesar 521.511 penumpang. Kemudian angka terbanyak diikuti pergerakan penumpang di Bandara Juanda Surabaya sebesar 397.064 orang.

    “Lalu trafik penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebesar 206.240 pergerakan penumpang,” kata Handy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.