Kiat Mengelola Bisnis Perawatan Rambut ala Kriwil.ind

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik rambut keriting atau wavy kini tak perlu pusing melakukan perawatan. Berkat berbagai produk dari Kriwil.ind, siapapun dapat tampil bangga dan percaya diri. Gracia Indriani, pencetus komunitas kriwil, bisa disebut sebagai pelopor dan motivator gerakan tersebut.

    Berawal saat Gracia, 25 tahun, kesulitan mencari produk perawatan untuk rambut keritingnya, sehingga dia harus memesan ke luar negeri. Gadis muda ini akhirnya membuat konten di Youtube pada 2015 tentang seluk-beluk perawatan rambut. Sambutan warganet menggembirakan, kini pengikutnya lebih dari 33 ribu dan total viewer melampaui 3 juta.

    “Orang Indonesia sebenarnya mayoritas berambut keriting,” ujarnya saat diwawancarai, Senin, 8 Februari 2020. Para followers Gracia atau  kawan-kawan di komunitas Kriwil, meminta dia membuat produk perawatan rambut keriting. Harapan itu terwujud pada 2017 dengan meluncurnya produk perdana Kriwil.ind yaitu Hair Oil.

    “Hair Oil aku buat sendiri, dari hasil belajar dan bertanya kepada teman-teman yang ahli di bidangnya,” ujarnya. Berawal dari satu produk, Gracia memproduksi produk perawatan rambut keriting lainnya.

    Untuk memasarkan produknya, Gracia membuka toko resmi di Instagram dan marketplace. Perbulan omzetnya mencapai Rp 150 juta. Bisnisnya berkembang dengan sangat baik dan merambah dengan membuka salon di Jakarta Selatan pada 2018.

    Bisnis salon Gracia sempat tutup akibat pandemi. Demi menyelamatkan para pegawainya, dia berinovasi dengan membuka layanan home service, atau jasa perawatan ke rumah pelanggan. “Untungnya, penjualan online juga bagus. Mungkin, saat pandemi orang ingin merawat rambutnya sendiri di rumah, tren DIY (do it yourself),” katanya.

    Untuk menjaga` hubungan baik dengan konsumen, Gracia dan stafnya juga melayani pertanyaan pelanggan yang membeli produk-produk Kriwil.ind. Dia pun tak gentar degan  munculnya kompetitor yang menawarkan produk sejenis. “Bagiku pembeli itu seperti kawan, jadi bebas tanya-tanya setelah beli produk kami,” ujarnya.

    Gracia memberikan sejumlah kiat bagi pemula bisnis agar berkembang dan maju. “Asal ada niat pasti bisa, yang penting pakai perhitungan dan jangan takut. Selama niat pasti ada jalan,” katanya. Ke depannya, Gracia juga berharap usaha kecil ini (UMKM), mendapat bimbingan penuh dari pemerintah terutama terkait dengan perizinan seperti Izin Edar dan BPOM.

    Kedua, para pelaku usaha tidak boleh malas mencatat arus keuangan. Grace belajar dari kedisiplinan yang ditanamkan ayahnya, seorang developer di perusahaan filantropi. “Papa selalu mengingatkan untuk mencatat uang masuk dan keluar dengan tertib. Aku yang awalnya kadang malas atau kelupaan jadi ingat, catatan itu penting dalam membangun usaha,” ujarnya.

    Apalagi saat ini ada aplikasi yang memudahkan seseorang mengurus bisnis. Gracia kini terbantu berkat Jenius, terutama kehadiran Jenius untuk Bisnis yang terdiri dari akun bisnis Jenius dan aplikasi Bisniskit. Akun bisnis Jenius membantu pelaku usaha untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis sehingga tidak tercampur. Gracia juga memanfaatkan aplikasi Bisniskit dari Jenius agar pencatatan pengeluaran dan pemasukan, informasi pelanggan, hingga pengaturan inventori jadi lebih mudah dan praktis untuk dilakukan

    “Dari awal mencoba pakai Jenius, aku sangat terbantu dengan kemudahan yang dihadirkan,” ujar Grace. Dengan Jenius, ia mudah untuk mengelola keuangan pribadi dan bisnisnya melalui satu aplikasi.

    Berkat kemudahan penggunaan aplikasi Jenius dan prosesnya, Gracia mengajak teman-temannya sesama pebisnis untuk membuka akun di Jenius. “Kalau aku sudah promosikan sesuatu ke teman, berarti hal itu memang yang aku suka banget,” kata pemilik akun @graciaindr di Instagram tersebut. Dia juga mengajak kakaknya yang membuka usaha kedai kopi untuk menggunakan Jenius.

    Menurut Gracia, fitur-fitur di Jenius untuk Bisnis sangat lengkap. “Sudah sangat membantu, semua proses keuangan jadi nyaman. Aku tuh orang yang nggak mau ribet, dan setelah pakai Jenius ini semua (urusan keuangan) jadi praktis buatku,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.