Menteri Basuki Hadimuljono Jelaskan Sebab Banyak Waduk Meluap Kali Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) meninjau langsung lokasi banjir dari atas jembatan Pekauman didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Presiden Joko Widodo (kanan) meninjau langsung lokasi banjir dari atas jembatan Pekauman didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten banjar, Kalimantan Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka melihat langsung dampak banjir dan meninjau posko pengungsian korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelaskan penyebab banyaknya waduk yang meluap pada musim hujan kali ini. Ia mengatakan hujan dengan intensitas yang sama dengan masa lalu, ternyata menyebabkan debit sungai dua kali lipat lebih banyak di masa sekarang.

    "Banyak waduk yang meluap karena jumlah yang datang, dengan return period yang sama misal return period hujan 50 tahunan. Tapi kalau lihat di sungai, debitnya dua kali lipat," ujar Basuki dalam siaran langsung, Kamis, 11 Februari 2021.

    Menurut Basuki, saat ini banyak infrastruktur yang didesain dengan debit rencana Q50 atau debit banjir dengan periode ulang 50 tahun di masa lalu, justru menghadapi debit yang lebih besar pada saat ini.

    "Yang dulunya didesain Q50, Q50 sekarang debitnya sama dengan Q100 karena tutupan lahan berkurang, run-off bertambah. Sehingga banyak waduk yang meluap," kata Basuki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.