BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA, D3 Hingga S1

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pelayanan nasabah di Bank BTN, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memastikan program Tapera bisa mulai berjalan pada awal 2021. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas pelayanan nasabah di Bank BTN, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memastikan program Tapera bisa mulai berjalan pada awal 2021. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN membuka lowongan kerja untuk tiga bidang karir. Ketiga bidang karir itu adalah official development program, customer service staff dan teller service staff.

    "Tidak hanya menjadi bagian dari bank yang terdepan dalam melayani pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia, Anda juga akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi serta kompetensi Anda," seperti dikutip dari situs recruitment.btn.co.id, Kamis, 11 Februari 2021.

    Rekrutmen untuk Officer Development Program atau ODP merupakan seleksi karyawan untuk masuk ke level officer melalui program pengembangan pemimpin masa depan Bank BTN. Program ini sekaligus mendidik calon pegawai menjadi bankir profesional dengan membekali pendidikan dan pelatihan di bidang pendanaan maupun bidang perkreditan.

    Adapun syarat bagi yang ingin mendaftar sebagai ODP, di antaranya adalah berusia maksimal 26 tahun. Selain itu, pendaftar harus berpendidikan minimal S1 dari PTN/PTS terkemuka dan memiliki reputasi baik Indeks Prestasi Kumulatif IPK minimal 2.8 skala 4.00. 

    Sementara untuk Customer Service Staff (CS), nantinya karyawan akan masuk pada level staf yang berperan sebagai garis terdepan dalam pelayanan informasi produk dan transaksi perbankan dengan mengutamakan service excellence.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.