Erick Thohir: Jangan Seperti Kampanye Diadu-adu dengan Sandiaga

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri) didampingi Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kanan) meninjau Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis 7 Januari 2021. Kunjungan tersebut dalam rangka memantau dan memastikan proses pengiriman vaksin COVID-19 ke seluruh Indonesia terpantau secara baik dan real time. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri) didampingi Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kanan) meninjau Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis 7 Januari 2021. Kunjungan tersebut dalam rangka memantau dan memastikan proses pengiriman vaksin COVID-19 ke seluruh Indonesia terpantau secara baik dan real time. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir akan mendukung kebijakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, termasuk soal rencana visa jangka panjang bagi turis asing. Erick meminta pelbagai pihak tak mengadu dirinya dengan Sandiaga seperti pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2019.

    “Jangan seperti kampanye diadu-adu dengan Pak Sandi, jangan lho,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual pada Rabu, 10 Februari 2021.

    Pada kontestasi Pilpres dua tahun lalu, Erick berseberangan kubu dengan Sandiaga. Erick mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dan didapuk menjadi ketua tim kampanye pasangan tersebut. Sedangkan Sandiaga berpasangan dengan Prabowo Subianto menjadi petarung capres inkumben.

    Setelah Sandiaga masuk ke kabinet Jokowi, ia banyak berurusan dengan kementerian yang dipimpin Erick, termasuk terkait pengembangan lima destinasi super prioritas. Erick mengaku senang dengan kebijakan-kebijakan Sandiaga yang memperhitungkan prospek ke depan, tak terkecuali soal visa jangka panjang.

    Erick menyebut kebijakan visa jangka panjang tak tiba-tiba muncul karena pernah dirundingkan bersama kementerian terkait. Kebijakan ini juga digadang-gadang dapat mempengaruhi investasi yang masuk.  

    "Jadi saat itu memang ada pertemuan awal dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut (Luhut Binsar Pandjaitan), lalu ada Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi), dan Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), ada saya hadir, lalu Pak Menpar (Sandiaga),” ujar Erick.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?