Setop Pakai Bombardier, Garuda Isi Rute dengan Pesawat Boeing

Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menghentikan pengoperasian 12 pesawat Bombardier CRJ 1000. Rute-rute yang diterbangi dengan pesawat pabrikan Montreal, Kanada, tersebut akan diganti dengan armada Boeing 737-800 milik perseroan.

“Kami putuskan untuk rute yang selama ini dilayani 12 Bombardier diganti dengan Boeing 737-800 yang kami miliki,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu, 10 Februari 2021.

Baca Juga: Sriwijaya Air Janji Tetap Santuni Keluarga Korban SJ 182 Meski Boeing Digugat

Irfan menjelaskan perusahaannya akan memaksimalkan pesawat-pesawat Boeing milik perseroan yang belum beroperasi secara penuh selama masa pandemi Covid-19. Garuda Indonesia pun dalam waktu dekat tidak akan menambah jumlah pesawat agar beban keuangan perusahaan tak kian menumpuk.

Pada awal masa pandemi Covid-19, seluruh pesawat Bombardier sempat dikandangkan karena Garuda Indonesia banyak mengurangi frekuensinya. Namun menjelang akhir tahun, saat permintaan penumpang mulai meningkat, perusahaan kembali mengoperasikan beberapa pesawat tersebut. Saat ini rute aktif yang masih diterbangi oleh Bombardier adalah relasi Makassar-Manokwari-Sorong dan Tarakan-Makassar.

Garuda Indonesia menyetop operasi 12 pesawat Bombardier sejak 1 Februari 2021 sejalan dengan evaluasi kontrak sewa terhadap lessor Nordic Aviation Capital (NAC). Belasan pesawat tersebut dalam status dikandangkan di Hanggar GMF Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Emiten berkode GIAA ini sedang memproses percepatan penyelesaian kontrak leasing dengan NAC, namun belum menemui kesepakatan. Berdasarkan kontraknya, penggunaan CRJ 100 baru berakhir pada 2027 . Rencana penghentian kontrak CRJ 1000 dilakukan karena selama tujuh tahun masa operasi, Garuda menanggung rugi hingga US$ 30 juta per tahun.

Kerugian berasal dari penggunaan pesawat yang tidak efektif lantaran tipikal armada tak sesuai dengan kriteria penumpang Indonesia. Bombardier memiliki kapasitas kursi berjumlah 96 seat dengan luas bagasi yang terbatas.

Selain itu, kasus hukum yang membelit Bombardier terkait suap pengadaan pesawat Garuda Indonesia pada 2011 memperkuat keputusan manajemen untuk menyudahi kontrak sewa. “Itu alasan untuk meyakinkan NAC bahwa keputusan kami bukan emosional, tetapi keputusan komersial dan punya landasan legal,” kata Irfan.

Bila pemutusan kontrak ini disetujui, Irfan mengatakan Garuda Indonesia bisa menghemat anggaran hingga US$ 220 juta. Penghematan ini dihitung sampai masa kontrak Bombardier berakhir.






China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

1 hari lalu

China Terbitkan Sertifikat Jet C919, Pesaing Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX?

Pihak berwenang di China memberikan sertifikat pesawat jet penumpang produksi lokal C919, sekelas Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX.


Wamen BUMN Jelaskan Cerita Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 57 T

2 hari lalu

Wamen BUMN Jelaskan Cerita Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 57 T

Wamen BUMN membahas keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjadi untung.


Lilium Bakal Produksi 400 Unit Taksi Terbang per Tahun

2 hari lalu

Lilium Bakal Produksi 400 Unit Taksi Terbang per Tahun

Lilium Air Mobility berencana mengatur kapasitas industri untuk membuat sekitar 400 taksi terbang listrik per tahun.


Pesawat Wings Air Gagal Mendarat di Aceh karena Cuaca Buruk

2 hari lalu

Pesawat Wings Air Gagal Mendarat di Aceh karena Cuaca Buruk

Pilot Wings Air memutuskan untuk putar arah kembali ke Kualanamu.


Hukum Pidana dalam Perkara PKPU dan Kepailitan

2 hari lalu

Hukum Pidana dalam Perkara PKPU dan Kepailitan

Dalam praktiknya, tidak jarang ditemukan seseorang atau badan hukum yang terkena kasus PKPU atau pailit dan bersamaan telah dalam proses penyidikan.


Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

3 hari lalu

Garuda Indonesia Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15: Bagaimana Soal Utang Piutang?

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pengajuan permohonan chapter 15 itu tindak lanjut atas penundaan kewajiban pembayaran utang


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

4 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

5 hari lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

5 hari lalu

DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

DPR RI juga mendukung restrukturisasi dan privatisasi Garuda Indonesia pada 2022 dan menyetujui kepemilikan saham pemerintah menjadi 55 persen.


Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

6 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?