Anggota DPR Pertanyakan Keamanan Dana Pekerja Migran di BPJS Ketenagakerjaan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Tempo/Tony Hartawan

    Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta agar dana kepesertaan Pekerja Migran Indonesia atau PMI di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan tidak bermasalah seiring dugaan kasus investasi di BPJS Ketenagakerjaan yang tengah ramai dibicarakan.

    Dia meminta dana Pekerja Migran Indonesia yang dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan jaminan keamanan. Sebab, papar Mufida, ia mengetahui sendiri perjuangan berat Pekerja Migran Indonesia untuk bisa berangkat ke luar negeri.

    "Mudah-mudahan dana hasil keringat saudara-saudara kita PMI yang merantau, meninggalkan keluarga sampai menjual aset dan hutang, semoga tidak termasuk dalam persoalan kasus investasi yang lagi ramai terkait dugaan penyimpangan investasi di BPJS Ketenagakerjaan. Kalau dana PMI masuk di sana menangis kita," ujar Mufida dalam keterangannya, keterangan tertulis, Rabu, 10 Februari 2021.

    Mufida mengatakan dana yang dititipkan PMI kepada BPJS Ketenagakerjaan cukup besar. PMI membayar dana ke BPJS Ketenagakerjaan dengan maksud mendapatkan perlindungan selama bekerja di luar negeri.

    Baca Juga: Dirut BPJS Ketenagakerjaan: Dana Aman, Tidak Ada Kerugian

    Dia berpesan agar BPJS Ketenagakerjaan amanah dalam mengelola keuangan, khususnya dana dari pekerja migran yang diterima oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam jumlah besar mencapai ratusan miliar setiap kali keberangkatan.

    “BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan amanah dan ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena BPJS setiap kali ada pemberangkatan bisa mengantongi ratusan miliar, jadi kami sangat berpesan agar BPJS Ketenagakerjaan amanah agar tidak merugikan teman-teman PMI yang saat ini serba susah apalagi di tengah pandemi,” ujarnya.

    Mufida juga berharap klaim-klaim PMI yang gagal bukan disebabkan oleh adanya indikasi penyimpangan dana investasi yang tengah menjadi perbincangan.

    "Mereka mau berangkat titip dana perlindungan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Saya tekankan benar-benar, tolong BPJS Ketenagakerjaan amanah dalam mengelola dana PMI. Ini amanah yang wajib dipertanggungjawabkan dunia akhirat," kata Mufida.

    Ia memahami kesulitan dan perjuangan teman-teman PMI yang harus berjuang sendiri di tanah rantau dengan mengorbankan yang mereka miliki di Tanah Air.

    BPJS Ketenagakerjaan memaparkan data jumlah kepesertaan Pekerja Migran Indonesia dari rentang 2017-2020 sebanyak 747 ribu peserta. Sementara peserta BPJS Ketenagakerjaan dari PMI yang aktif pada 2020 sebanyak 389 ribu orang. Dana iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dihimpun dari PMI sebanyak Rp 263,488 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.