Jejak Perawatan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sebelum Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggunakan alat berat memindahkan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 ke dalam truk di Posko Sar Bersama Sriwijaya Air di Terminal JICT 2, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. Puing tersebut akan dipindahkan ke kantor KNKT. Operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 resmi dihentikan setelah sebelumnya diperpanjang sebanyak dua kali. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menggunakan alat berat memindahkan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 ke dalam truk di Posko Sar Bersama Sriwijaya Air di Terminal JICT 2, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. Puing tersebut akan dipindahkan ke kantor KNKT. Operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021 resmi dihentikan setelah sebelumnya diperpanjang sebanyak dua kali. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT melaporkan investigasi awal atau preliminary report atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu. Berdasarkan laporan tersebut, KNKT mengungkapkan data perawatan pesawat sejak akhir Desember 2020.

    Ketua Subkomite Investigasi Udara KNKT Nurcahyo mengatakan investigasi awal menemukan ada dua kerusakan pesawat yang ditunda perbaikannya atau deffered maintenance item alias DMI sejak 25 Desember 2020. “DMI adalah hal yang biasa,” ujar Nurcahyo dalam konferensi pers terkait laporan awal investigasi kecelakaan pesawat yang ditayangkan secara virtual, Rabu, 10 Februari 2021.

    Baca Juga: Posisi Sriwijaya Air SJ 182 Pitch Down Sebelum Jatuh ke Air

    Dalam keadaan tersebut, pesawat masih dapat melayani penumpang asal memenuhi panduan minimum equipment list atau MEL sesuai standar yang dikeluarkan pabrikan pesawat. Adapun kerusakan terjadi pada penunjuk kecepatan atau mach alias airspeed indicator di sisi sebelah kanan.

    Perbaikan ini sudah dilakukan namun belum berhasil. Kerusakan ini dimasukkan ke kategori C sesuai MEL. Nurcahyo mengatakan kategori C berarti penundaan perbaikan boleh dilakukan sampai sepuluh hari. Kemudian pada 4 Januari, maskapai mengalami perbaikan dengan hasil baik sehingga DMI ditutup.

    Kemudian pada 3 Januari 2021, pilot melaporkan bahwa SJ 182 mengalami masalah pada sistem autothrottle. Sistem ini merupakan tuas pengatur tenaga mesin. Saat itu autothrottle tidak berfungsi dan langsung dilakukan perbaikan dengan hasil yang baik.

    Sehari setelah itu, autothrottle kembali dilaporkan mengalami problem karena tidak berfungsi. Perbaikan dilakukan namun belum berhasil saat itu sehingga kondisi ini dimasukkan ke DMI. Pada 5 Januari, maskapai mengalami perbaikan dengan hasil baik dan DMI ditutup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.