Meski Pandemi, Produksi Sawit Tumbuh Jadi 51 Juta Ton pada 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sawit 2

    Sawit 2

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) Eddy Abdurrachman menyebut produksi sawit sepanjang 2020 meningkat. Di masa pandemi Covid-19 ini, Edy menyebut produksi sepanjang tahun mencapai 51,58 juta ton.

    Sementara, sisa stok tahun 2019 juta masih ada 4,6 juta ton. "Sehingga suplai sawit tahun ini (2020) mencapai 56 juta ton," kata Edy dalam acara webinar nasional penguatan kebijakan pengelolaan sawit pada Rabu, 10 Februari 2021.

    Jumlah produksi 51,58 juta ton ini lebih besar dari rata-rata per tahun yang hanya 37,57 juta ton. Sehingga, kenaikan produksi sawit ini ikut mendorong PDB pertanian dan perkebunan terus naik sepanjang 2020.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan PDB sektor ini terus naik sejak awal tahun. Dari 0,01 persen pada triwulan I 2020 menjadi 2,59 persen di triwulan IV 2020. Kenaikan terjadi saat PDB nasional justru tumbuh negatif.

    Sehingga dengan pertumbuhan positif ini, Edy menyebut industri sawit tetap dapat mempertahankan ketersediaan lapangan kerja. Saat ini, jutaan orang bergantung pada industri kelapa sawit.

    Dari catatan Edy, ada 4,2 tenaga kerja langsung dan 12 juta tidak langsung di industri kelapa sawit. Lalu, ada juga 2,4 juta petani sawit swadaya dan melibatkan 4,6 juta pekerja.

    Selain produksi dan tenaga kerja, Edy menyampaikan rata-rata nilai ekspor per tahun mencapai US$ 21,4 miliar. Adapun estimasi kontribusi penerimaan pajak dari industri kelapa sawit sebesar Rp 14 hingga 20 triliun per tahun.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: PTPN V Raih Laba Setelah Pajak Rp 405 M, Tertinggi Sepanjang 12 Tahun Terakhir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.