Saham Garuda Dibuka di Zona Hijau di Tengah Isu Setop Pakai Pesawat Bombardier

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi perawatan pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier di Hanggar 4 GMF, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 2 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Kondisi perawatan pesawat Garuda Indonesia jenis bombardier di Hanggar 4 GMF, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 2 April 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.Co, Jakarta – Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bertengger di zona hijau di tengah isu evaluasi perusahaan terhadap penggunaan pesawat Bombardier CRJ 1000. Pada pembukaan perdagangan sesi pertama Rabu, 10 Februari 2021, saham emiten berkode GIAA menguat 18 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya ke level 360.

    Saham Garuda sempat turun di level 336 beberapa menit setelah pembukaan pasar, namun kembali menguat di posisi 342. Sepanjang pagi ini, saham perusahaan pelat merah itu bergerak di kisaran 336-360.

    Adapun total transaksi yang diperdagangkan mencapai Rp 4,18 miliar. Sedangkan kapitalisasi pasar Garuda sebesar Rp 8,85 triliun.

    Garuda dikabarkan menyudahi operasi 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 sejak 1 Februari 2021. Upaya ini sejalan dengan langkah perusahaan melakukan evaluasi untuk mengurangi beban keuangan.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan evaluasi terhadap sewa pesawat pabrikan Montreal, Kanada, tersebut masih dilakukan. “Lagi finalisasi,” ujar dia saat dihubungi Tempo pada Selasa, 9 Februari 2021.

    Garuda kini memiliki 18 pesawat Bombardier. Menurut kerja samanya, 18 armada itu kini disewa dengan dua skema yang berbeda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.