Menteri Kesehatan Beli GeNose UGM untuk Diuji dan Diajukan ke WHO

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat pengetesan Covid-19 GeNose C19 yang dipergunakan calon penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. TEMPO/Subekti.

    Alat pengetesan Covid-19 GeNose C19 yang dipergunakan calon penumpang di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang membeli beberapa alat deteksi Covid-19 bikinan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yaitu GeNose. Alat-alat ini akan dites lagi di Kementerian Kesehatan bersama peneliti UGM untuk bisa diajukan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Mudah-mudahan nanti bisa diloloskan," kata Budi dalam rapat bersama Komisi Kesehatan DPR di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2021.

    Rencana ini disampaikan oleh Budi merespon pertanyaan dari anggota komisi dari fraksi Golkar, Dewi Asmara. "Kita sudah punya GeNose, apakah akan dipakai untuk testing dan tracing juga?" kata dia.

    GeNose adalah alat deteksi Covid-19 lewat hembusan nafas, bukan melalui lendir hidung seperti rapid antigen. Alat ini sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes pada 24 Desember 2020.

    Baca Juga: 7 Hal Mengenai PPKM Mikro yang Mulai Berlaku Hari Ini

    Bahkan, alat ini sudah digunakan untuk penumpang PT Kereta Api Indnesia (Persero) sejak 3 Februari 2021. Harganya dipatok Rp 20 ribu untuk sekali tes, lebih murah dari rapid antigen yang mencapai Rp 105 ribu.

    Menurut Budi, GeNose ini memang baik untuk screening. Akan tetapi, Budi menegaskan bahwa GeNose belum bisa dipakai sebagai diagnosis medis. "Karena untuk bisa secara medis itu harus ada persetujuan WHO," kata dia.

    Ketua Tim Pengembang GeNose UGM Kuwat Triyana juga sudah bertekad mengajukan alat ini ke WHO. "Jadi tidak berhenti di tingkat nasional,” ujar Ketua Tim Pengembang GeNose UGM Kuwat Triyana kepada Tempo, Senin, 28 Desember 2020.

    Kuwat menuturkan pengakuan legalitas GeNose dari WHO sangat penting karena wabah ini terjadi secara global. Legalitas internasional itu akan menjadi pijakan kuat aksesibilitas penggunaan alat itu ke depan secara massal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.