17 Tahun Jadi CEO, Ho Ching Bikin Portofolio Temasek Naik 3 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ho Ching, mantan CEO Temasek. REUTERS

    Ho Ching, mantan CEO Temasek. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurang dari 7 bulan lagi, Ho Ching akan segera meletakkan jabatannya sebagai Direktur Eksekutif dan CEO Temasek Holdings karena sudah memasuki masa pensiun. Wanita ini telah memimpin perusahaan investasi milik pemerintah Singapura ini selama 17 tahun sejak ditunjuk pada Januari 2004.

    Saat ditunjuk menjadi CEO, portofolio Temasek masih berada di angka 90 miliar dolar Singapura. Lalu di bawah kepemimpinannya. Ho Ching bisa membuat portofolio Temasek naik tiga lipat menjadi 300 miliar dolar Singapura.

    "Atas nama segenap anggota dewan, saya mengucapkan terima kasih kepada Ho Ching," Kepala Temasek Holdings, Lim Boon Heng, dalam pengumuman di laman resmi perusahaan, temasek.com pada Selasa, 9 Februari 2021.

    Baca Juga: Temasek Holdings Singapura Umumkan CEO Baru Pengganti Ho Ching

    Ucapan terima kasih disampaikan Lim atas jasa komitmennya yang teguh dari Ho Ching untuk membangun Temasek. Sehingga kini, Temasek bisa bertransformasi, dari sekedar BUMN milik Singapura, menjadi investor yang dihormati dan diakui di tingkat global.

    Ho Ching resmi pensiun pada 1 Oktober 2021. Ia bakal digantikan oleh Dilhan Pillay Sandrasegara. Dilhan telah berkarir di Temasek selama 10 tahun. Sejak 2019, Dilhan menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan CEO Temasek International.

    Menurut Lim, Dilhan merupakan sosok yang punya segudang pengalaman dan jaringan global. Dengan posisinya di Temasek International, Dilhan pernah memimpin kantor Temasek di New York, Amerika Serikat.

    Lalu sebagai CEO Temasek International, Dilhan pun bertanggung jawab untuk mengelola investasi dan portofolio Temasek. "Kami sangat puas menunjuk Dilhan sebagai CEO Temasek Holdings," kata Lim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.