Temasek Holdings Singapura Umumkan CEO Baru Pengganti Ho Ching

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dilhan Pillay Sandrasegara, CEO Temasek. Facebook.com

    Dilhan Pillay Sandrasegara, CEO Temasek. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Temasek Holdings, perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, beberapa bulan lagi segera berganti pucuk pimpinan. Mulai 1 Oktober 2021, Direktur Eksekutif dan CEO Temasek Holdings Ho Ching akan meletakkan jabatannya karena pensiun.

    Wanita yang memulai karier di Temasek pada 2002 ini, telah menjadi CEO dan memimpin perusahaan selama 17 tahun sejak Januari 2004. Selanjutnya, Ho Ching akan digantikan oleh CEO terpilih, Dilhan Pillay Sandrasegara.

    "Pergantian kepemimpinan adalah salah satu tanggung jawab strategis dari dewan Temasek," kata Kepala Temasek Holdings, Lim Boon Heng, dalam pengumuman di laman resmi perusahaan Singapura tersebut, temasek.com pada Selasa, 9 Februari 2021.

    Dilhan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan CEO Temasek International sejak 2019. Menurut Lim, Ho Ching berperan sangat aktif dalam suksesi kepemimpinan ini.

    Wanita tersebut, kata dia, telah bekerja keras beberapa tahun terakhir untuk mencari sosok penerusnya yang potensial. "Di dalam dan di luar Temasek," kata Lim.

    Sehingga akhirnya, terpilihlah Dilhan yang sudah bekerja di Temasek selama 10 tahun. Menurut Lim, Dilhan adalah sosok yang punya segudang pengalaman dan jaringan internasional.

    "Kami sangat puas menunjuk Dilhan sebagai CEO Temasek Holdings," kata Lim.

    Selain regenerasi kepemimpinan dari Ho Ching ke Dilhan, Lim mengumumkan tidak ada perubahan status untuk Lee Theng Kiat. Lee tetap melanjutkan posisinya sebagai anggota dewan Temasek dan Kepala Temasek International.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: Temasek Holdings Ambil Alih 19 Persen Saham Matahari Putra Prima


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.