Ekspor Game Online Lampaui K-pop di Korea, Wamendag Intip Peluang yang Sama

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain game online (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menilai produk game online tanah air menjadi salah komoditas yang memiliki potensi besar untuk diekspor. Jerry berkaca pada industri game online di Korea Selatan, yang saat ini telah menjadi produk ekspor unggulan di negara tersebut.

    "Bahkan menurut data yang kami terima, (ekspor) game online itu nilainya lebih besar dari K-Pop," kata Jerry dalam acara Research Talk 2021 pada Selasa, 9 Februari 2021.

    Data serupa juga sudah pernah disampaikan oleh media setempat, The Korea Herald, pada Juli 2020. Mereka mengutip laporan yang dirilis oleh Kementerian Budaya dan Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA).

    Laporan ini menyebut industri game di Korea Selatan telah mendongkrak ekspor konten negara mereka sepanjang 2019. Nilanya menembus angka US$ 6,9 miliar, atau 10 kali lipat dari industri musik K-pop.

    Laporan ini juga menyebutkan sepanjang 2019, ekspor industri game Korea tumbuh 8,9 persen. Industri ini pun mencakup 67,2 persen dari total ekspor konten yang mencapai angka US$ 10,3 miliar.

    Di Indonesia, kata Jerry, sudah ada produk game-game karya anak bangsa. Game ini juga telah memiliki jaringan dan segmen pasarnya sendiri. Sehingga, dia menilai potensi ekspor game online ini sangat besar dan bisa digarap oleh anak muda.

    Isu saat ini tinggal masalah komersialisasi, kapitalisasi, dan promosi game online. "Itu yang bisa dilakukan Kementerian Perdagangan," kata Jerry.

    FAJAR PEBRIANTO

    Baca juga: Game Online, Gopay Ungkap Modus Penipuan Jual Diamond Murah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.