Bandara Banyuwangi Ditutup Lagi Akibat Erupsi Gunung Raung, Apa Dampaknya?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung terminal penumpang Bandara Banyuwangi

    Gedung terminal penumpang Bandara Banyuwangi

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Otoritas Bandara Banyuwangi hari ini kembali menutup sementara penerbangan ke berbagai kota. Namun dua penebangan Citilink sudah dilakukan dari Surabaya dan ke Denpasar sebelum penutupan bandara tersebut.

    Penutupan Bandara Banyuwangi berdasar Notice to Airmen atau NOTAM B0192/21. Bandara ditutup sementara selama 6 jam, mulai 08.37 WIB - 14.37 WIB, Senin, 8 Februari 2021. Hal ini disampaikan Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II KC Bandara Banyuwangi, Cin Asmoro.

    Cin menjelaskan, sebelumnya status bandara masih dibuka menyusul tidak adanya abu vulkanik dampak erupsi Gunung Raung. "Tapi setelah melakukan observasi, kami lakukan penutupan menyusul keluarnya Notam," katanya.

    Ia menambahkan, pada pukul 03.00 hingga 05.00 WIB pagi tadi kondisi sebenarnya sudah clear. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan, termasuk juga laporan BMKG dan AirNav.

    "Tapi setelah jam 8 pagi, Otoritas bandara wilayah 3 Surabaya mengeluarkan Notam, jadi bandara kembali closed," ucap Cin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.