Pandemi Diprediksi Selesai 10 Tahun Lagi, Indef: Bisa Picu Resesi Berkepanjangan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi resesi. Pixabay

    Ilustrasi resesi. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan prediksi pandemi Covid-19 di Indonesia baru akan berakhir 10 tahun lagi bukanlah berita yang bagus.

    "Tentu saja itu menjadi peringatan buat pemerintah untuk mempercepat (vaksinasi). Artinya dari sisi implementasi, dari apa yang dilakukan pemerintah dengan struktur anggaran, kelembagaan, ketersediaan personel, atau sarana prasarana," ujar Tauhid dalam webinar, Ahad, 7 Februari 2021.

    Tauhid mengatakan kalau prediksi tersebut benar terjadi, kondisi Indonesia akan jauh lebih buruk, atau pemulihan ekonomi bisa semakin lama.

    Sebenarnya, kata Tauhid, saat ini inklusi keuangan semakin membaik. Orang semakin terhubung dengan sektor keuangan dan perbankan, baik secara formal maupun digital. Namun, hal tersebut belum menyentuh sektor produktif, melainkan konsumsi.

    "Kalau kami lihat memang sedikit mengalami hambatan karena dorongan untuk demand ekonominya tidak tercipta dengan cepat karena ada awan gelap penyelesaian Covid. Inklusi finansial memperbaiki tata cara tapi tidak menciptakan konsumsi jauh lebih tinggi karena tercipta produktivitas," ujar dia.

    Tauhid mengatakan ekonomi bergerak dari kebutuhan konsumsi secara stabil. Sehingga, ekonomi bergerak tapi mulai melambat. Ia khawatir hal tersebut mencapai titik jenuh pertumbuhannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.