Yakin Daya Beli Masyarakat Pulih di 2021, Ini Strategi Bisnis Unilever

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Unilever. REUTERS/Philippe Wojaze

    Logo Unilever. REUTERS/Philippe Wojaze

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. sebagai salah satu penguasa pangsa pasar bisnis fast moving consumer goods (FMCG) di Indonesia optimistis daya beli masyarakat pulih pada 2021.

    Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Reski Damayanti menjelaskan pihaknya siap menangkap peluang pada saat pemulihan ekonomi terjadi.

    “Kami yakin bahwa 2021 merupakan tahun pemulihan. Dengan memperkuat daya saing di lintas kategori dan kanal penjualan, perseroan berada di jalur yang tepat untuk tetap menjadi yang terdepan,” kata Reski kepada Bisnis, Sabtu 6 Februari 2021.

    Meski menunjukkan optimisme itu diperkuat oleh rilis survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia pada Desember 2020. Dalam data tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dilaporkan naik ke level 96,5 dari posisi bulan sebelumnya pada level 92. Data tersebut juga mengungkap bahwa aspek pengeluaran rutin menjadi kontributor terbesar dalam mendorong indeks IKK

    ADVERTISEMENT

    Pada akhir pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 tumbuh minus 2,07 persen. Tekanan dampak pandemi menyebabkan produk domestik bruto (PDB) Tanah Air anjlok dibandingkan 2019 yang tumbuh 5,02 persen.

    "Indonesia tidak sendiri. Pandemi ini betul-betul menyebabkan kontraksi yang sangat buruk di berbagai negara," ujar Kepala BPS Suhariyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.